Rabu, 24 April 2013

MAKALAH MORFOLOGI TUMBUHAN

KATA PENGANTAR
Suatu hal yang perlu kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan yang kita pelajari bersifat dinamis. Baik itu ilmu alam (sains) maupun ilmu sosial. Dalam ilmu biologi misalnya kita mengenal apa yang dimaksud dengan morfologi tumbuhan. Morfologi tumbuhan adalah salah satu cabang ilmu biologi yang mengkaji masalah – masalah tentang tumbuhan berkenaan dengan bagian – bagian luar yang tampak pada tumbuhan tersebut.
Seperti kita ketahui, dalam morfologi tumbuhan dipelajari bagian – bagian tubuh tumbuhan seperti daun, akar, batang, dan lain sebagainya yang merupakan bagian – bagian yang tampak pada tumbuhan. Selain itu, ketika membahas daun terkait dengan alat – alat asimilasi yang berperan dalam proses pembuatan makanan (fotositesis), kita ketahui bahwa hasil dari proses tersebut adalah makanan berupa energi gula (glukosa) yang dipakai untuk kelangsungan hidup suatu tumbuhan. Dan kita juga tahu, bahwa sisa dari makanan yang dipakai akan dikirim ke organ atau jaringan penimbun cadangan makanan yang nantinya bisa dipakai untuk proses pembuahan.
Pembuahan tidak akan terjadi bila belum melewati masa penyerbukan yang dilakukan oleh inti sperma dan sel telur yang nantinya akan melebur dan melakukan pembuahan , sehingga terjadilah buah yang tadinya merupakan hasil dari proses pembuahan yang menggunakan sisa atau cadangan makanan yang diolah dalam bunga.
Alhamdulillah adalah kata terindah yang dapat penulis ucapkan karena telah mampu menyelesaikan makalah ini. Meski dalam situasi yang sulit akan tetapi akhirnya penulis dapat mengerjakannya dengan tuntas. Tak lupa ucapan syukur yang banyak dari penulis kepada Allah SWT, tuhan semesta alam yang telah memberikan otak untuk berpikir yang sangat dan sangat besar sekali manfaatnya serta menunjang sekali dalam proses penyusunan makalah ini.
Ucapan terima kasih terlantun dari lisan dan hati penulis pada pihak – pihak terkait yang telah membantu secara tidak langsung mengarahkan penulis dalam penyusunan makalah ini. Pada Ibu dosen mata kuliah yang telah memberikan materi tentang buah semu kepada penulis, walaupun jujur materi ini sedikit rumit dan menguras pemikiran, tapi penulis sangat berterima kasih sekali telah mempercayakan materi ini kepada penulis.
Penulis telah bekerja keras secara optimal dan mencurahkan segenap tenaga dan pikiran dalam menyusun makalah ini, akan tetapi rasanya masih ada kekurangan yang terdapat di dalamnya, baik dari redaksi kata, penulisan, dan lain sebagainya. Maka dari itu, penulis berharap sudikah kiranya para pembaca untuk memberikan komentar, kritik, dan saran demi perbaikan makalah ini. Segala kritik dan saran demi tercapainya kesempurnaan makalah ini sangat penulis tunggu dan penulis harapkan.
Garut, Juni 2009
Penulis














DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI...................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................... 1
  1. Latar belakang.......................................................................................... 1
  2. Pembatasan masalah................................................................................. 1
  3. Perumusan masalah................................................................................... 2
  4. Tujuan........................................................................................................ 2
  5. Manfaat..................................................................................................... 3
BAB II. Buah Semu............................................................................................. 4
  1. Proses terbentuknya buah semu............................................................ 4
  2. Buah semu tunggal.................................................................................... 4
  3. Buah semu ganda................................................................................ ...... 6
  4. Buah semu majemuk........................................................................... ...... 8
BAB III. SIMPULAN DAN SARAN....................................................... ..... 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 13






BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Buah adalah suatu hasil dari proses akhir yang mulai dari penyerbukan atau persarian. Pada hakikatnya buah hanya dibedakan kedalam 2 jenis, yang pertama adalah buah semu dan yang kedua adalah buah sejati. Tak lepas dari penamaan buah tersebut menjadi buah sejati dan buah semu dapat dilihat dari struktur buah dan bagian – bagian buah yang ada pada buah. Misalnya dikatakan buah sejati atau buah sebenarnya adalah ketika bentuk buah tidak terhalangi oleh bagian - bagian buah yang ada, pengecualian tetap ada, seperti pada buah jambu mete terlihat tangkai bunga yang membesar seperti buah, padahal bagianyang membesar itu bukan buah tapi tangkai buah.
Dikatakan buah semu karena terlihat bagian – bagian yang menghalangi atau membungkus buah yang sebenarnya, seperti pada buah ciplukan bagian buahnya terhalang oleh kelopak bunga yang ikut tumbuh dalam proses pembuahan dan kemudian tumbuh dan membungkus bagian buah yang sebenarnya .
Selain itu, ada juga pengkhususan – pengkhususan pada buah, seperti buah semu dibagi lagi menjadi buah semu tunggal, buah semu ganda, dan buah semu majemuk. pada buah semu kadangkala bentuknya dapat menipu dan membuat keliru khususnya bagi orang – orang awam yang tidak mengenal bagian mana yang disebut buah pada buah semu, kadang kita juga suka tertipu oleh bentuk buah semu yang sebenarnya dan bagian lain yang ikut tumbuh yang lebih memikat perhatian dibandingkan dengan bagian buah yang sebenarnya.
B. Pembatasan masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas, topic yang diambil untuk makalah ini adalahikhtisar buah semu. Berbicara mengenai pembatasan masalah, maka pembahasan yang akan dikaji dalam topic ini adalah mengenai buah semu tunggal, semu ganda dan semu majemuk. Adapun lain dari pada itu, tidak akan dibahas dalam makalah ini.

C. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah diatas, dibawah ini akan dikemukakan masalah – masalah yang melandasi penulisan makalah ini, yaitu:
1) Bagaimana buah semu tunggal terbentuk?
2) Bagaimana buah semu ganda terbentuk?
3) Bagaimana buah semu majemuk terbentuk?
D. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, tujuan dibuat makalah ini meliputi hal – hal berikut:
1) Ingin mengetahui bagaimana terbentuknya buah semu tunggal.
2) Ingin mengetahui bagaimana terbentuknya buah semu ganda.
3) Ingin mengetahui bagaimana terbentuknya buah semu majemuk.
E. Manfaat
Hasil pembahasan tentang Buah semu ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan diterapkan oleh pihak – pihak berikut ini untuk kegunaan dibawah ini.
1) Pembaca dapat mengetahui tentang kajian buah semu dan dapat membedakan antara buah semu yang satu dengan yang lainnya.
2) Bagi para mahasiswa STKIP yang nantinya akan menjadi seorang guru diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang buah semu ini dalam kegiatan pembelajaran pada siswa – siswanya.
3) Bagi para guru juga harus lebih mengetahui dan memahami serta dapat menjelaskan tentang ikhtisar buah semu yang bersifat agak sulit untuk dicerna oleh siswa.

BAB II
Buah semu
Buah semu atau sering juga disebut buah tertutup yaitu jioka buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian – bagian lain pada bunga itu, yang malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, menrik perhatian, dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat atau dapat dimakan), sedangkan buah yang sebenarnya kadang – kadang tersembunyi.
A. Proses terbentuk buah semu
Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula dengan pembuahan maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji.
Pada pembentukan buah adakalanya bagian bunga selain bakal buah ikut tumbuh dan merupakan suatu bagian buah, sedang umumnya segera setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan, bagian – bagian bunga selain bakal buah segera layu dan gugur. Tapi pada buah semu bagian bunga tersebut ikut tumbuh dan membesar sehingga bagian yang membesar tersebut disebut buah padahal sebenarnya bukan buah. Buah yang seperti itu disebut buah semu.
B. Buah semu tunggal
Buah semu tunggal yaitu, Buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini, selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya:
1. tangkai bunga, pada buah jambu mete ( anacardium oc. Cidentale L.), pada prosesnya buah ini berkembang akan tetapi tangkai bunga pada buah mete ikut tumbuh dan membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah terletak diujung bagian yang membesar itu (metenya). Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.
2. kelopak bunga, pada buah ciplukan (physalis minima L.). pada prosesnya buah ini berkembang akan tetapi kelopak bunga pada buah ciplukan termodifikasi sedemikian rupa sehingga bagian kelopak itu melebar dan membungkus bagian buah ciplukan sehingga buah yang sebenarnya tertutupi oleh kelopak yang melebar tadi. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.
C. Buah semu ganda
Buah semu ganda yaitu, jika pada suatu bunga terdapat lebih dari pada satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing – masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga tadi yang ikut tumbuh dan merupakan bagian buah yang menarik perhatian (dan seringkali berguna). Misalnya buah arbe (Fragraria vesca L.). pada prosesnya bakal buah yang banyak dan bebas satu sama lain tadi akan tumbuh dan berkembang, akan tetapi bagian bunga ( dasar bunga) pada buah arbe ikut tumbuh dan membesar serta berdaging tebal dan bagian tebal itu berisi cadangan makanan. Sedangkan buah yang yang sebenarnya adalah yang tampak seperti titik – titik hitam kecil. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.
D. Buah semu majemuk
Buah semu majemuk yaitu, buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja misalnya buah nangka (Artocharpus Integra Merr.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun tenda bunga pada ujungnya berlekatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah semu ini. Untuk lebih memperjelas dapat dilihat gambar buah nangka berikut ini.
Itulah pembahasan mengenai buah semu yang terbagi lagi menjadi tiga jenis buah semu yaitu buah semu tunggal, ganda, dan majemuk. maka dari itu kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan buah semu dan apa saja jenis serta proses terbentuknya buah semu secara umum.
Semoga dari hasil penbahasan dari materi buah semu ini dapat kita jadikan pedoman dan referensi dalam menjelaskan materi biologi yang berkenaan dengan buah semu. Sebenarnya kajian tentang buah semu ini tidak hanya terpaku pada buah ciplukan, jambu mete, buah arbe, dan nangka saja, melainkan masih banyak contoh dari buah semu ini, seperti jagung (zea mays), buah terong, manggis, bunga lo (ficus glomerata roxb.),itu juga merupakan buah semu. Adapun buah arbe, nangka, dan ciplukan adalah contoh yang lebih diperdalam pembahasannya pada makalah ini.



















BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan tujuan penulisan makalah ini maka dapat ditarik tiga kesimpulan, antara lain:
1. Proses terbentuknya buah semu tunggal terjadi penyerbukan dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini, selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah.
2. Proses terbentuknya buah semu ganda terjadi penyerbukan dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain. Pada buah ini, selain bakal buah yang bebas ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah.
3. Buah semu majemuk terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun tenda bunga pada ujungnya berlekatan satu sama lain, sehingga merupakan kulit buah semu ini.
B. Saran
Berdasarkan manfaat penulisan makalah ini yang diharapkan penulis untuk saran antara lain:
  1. bagi pembaca sebaiknya tahu dan paham akan ikhtisar buah semu agar tidak memiliki konsepsi yang keliru.
  2. bagi mahasiswa harus juga memahami seluk beluk terjadinya buah semu agar nantinya tidak memberikan pemahaman yang tidak sesuai.
  3. bagi para guru sebaiknya lebihmemahami lagi tentang perbedaan antara buah semu yang satu dengan yang lain, agar dikala siswa kebingungan guru dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas dan memuaskan bagi siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Pudjoarinto, Agus. 1995. Botani. Cetakan Juli. Jakarta: Universitas Terbuka
Tjitrosoepomo, Gembong. 1986. Taksonomi Tumbuhan. Jogjakarta: Gajah Mada University
Tjitrosoepomo, Gembong. 2001. Morfologi Tumbuhan. Cetakan ketiga belas. Yogyakarta: Gadjah Mada University PRESS
Yudianto, Suroso Adi. 1992. Mengerti Morfologi Tumbuhan. Edisi
pertama. Bandung: PT Tarsito

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar